SukabumiLokal | Viral di media sosial sebuah video tragis balita berusia 3 tahun asal Desa Cianaga, Kecamatan Kabandungan, Kabupaten Sukabumi, bernama Raya yang meninggal akibat menderita infeksi cacingan akut.
Mengenai kejadian tersebut, Bupati Sukabumi Asep Japar angkat bicara dan menyampaikan rasa duka mendalam atas meninggalnya Raya.
“Saya atas nama pemerintah Kabupaten Sukabumi, menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya ananda Raya,” ujarnya.
Selanjutnya, Bupati mengakui bahwa dirinya langsung bertemu dengan keluarga Raya begitu mendengar kabar duka tersebut.
“Kemarin saya langsung dari Bandung ketemu dengan keluarganya, dengan bapaknya juga neneknya. Saya menyampaikan latar belakang termasuk kejadian kemarin. Jadi memang kedua orang tuanya mempunyai kekurangan, terutama dari sember daya manusia juga dari segi mentalnya memang dia agak terganggu. Jadi pola asuh yang salah, sehingga anak terlantarkan, sehingga mungkin anak main di mana saja, termasuk apa yang cerita di media sosial,” jelasnya
Bupati Asep Japar kemudian menjawab kritikan bahwa Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Sukabumi abai terhadap kondisi Raya. Ia menegaskan, Pemda termasuk perangkat desa dan puskesmas, sudah hadir dan memberikan pelayanan sebelumnya.
“Bahkan pada saat pelayanan posyandu dia suka dibawa ke posyandu, dia ke puskesmas datang juga,” imbuhnya.
Sebagai tindak lanjut, Asep Japar kembali menegaskan kepada seluruh perangkat daerah, termasuk kecamatan, desa, RW, dan RT, agar benar-benar melayani masyarakat dengan baik.
“Kita harus betul-betul kedepan itu melayani masyarakat dengan baik, karena kita sebagai pelayanan publik,” tegasnya
Lebih lanjut, Bupati berjanji akan mengambil tindakan terhadap perangkat daerah yang tidak memperhatikan kepentingan masyarakat.
“Saya nanti akan bertindak ketika ada perangkat daerah, termasuk kecamatan, dan desa kalau tidak memperhatikan masyarakat, apalagi masyarakat miskin,” katanya
Di akhir pernyataannya, bupati menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh warga Kabupaten Sukabumi atas nama pemerintah dan berharap kasus ini bisa menjadi pembelajaran agar tidak terulang kembali.
(Wahyu)














Komentar