Sukabumi Lokal – Pembangunan rumah Kowa, 68 tahun, warga Kampung Kadudatar, Desa Prianganjaya, Kecamatan Sukalarang, Kabupaten Sukabumi, yang ambruk pada Jumat, 30 Oktober 2026, kini menjadi sorotan di media sosial.
Sorotan itu muncul setelah anggota DPRD Kabupaten Sukabumi Rahma Sakura Ramkar mengunggah video berdurasi 28 detik di TikTok. Dalam video itu, ia tampak meninjau pembangunan rumah Kowa. Video tersebut dilengkapi teks: “memastikan bantuan sampai dan pembangunan rumah berjalan.”
PAC GRIB Jaya Sukalarang yang terlibat membangun rumah itu sejak awal menyampaikan keberatan atas narasi video tersebut.
Ketua PAC GRIB Jaya Sukalarang, Iqbal, menilai narasi itu berpotensi menimbulkan kesan pembangunan rumah Kowa ditopang oleh satu pihak. Padahal, kata dia, rumah itu dibangun secara gotong royong oleh banyak pihak.
“Kami tekankan, masyarakat jangan hanya dijadikan objek konten politik kalau memang berbicara tentang keberpihakan kepada masyarakat,” kata Iqbal saat dihubungi, Jumat (06/11/2026).
Menurut Iqbal, sejak rumah Kowa ambruk, anggota PAC GRIB Jaya Sukalarang bahu-membahu membersihkan puing, mengangkut material, hingga membangun kembali rumah tersebut dari nol.
Pembangunan itu, kata dia, melibatkan Ketua DPC GRIB Jaya Kabupaten Sukabumi H Muhamad Hermawan alias H Bram, Kecamatan Sukalarang, Pemerintah Desa Prianganjaya, serta sejumlah donatur lainnya. Progresnya kini diklaim sudah mencapai 90 persen.
Iqbal tidak membantah adanya bantuan dari Rahma. Namun ia meminta bantuan disampaikan apa adanya agar tidak menimbulkan salah tafsir.
“Jangan sampai seolah-olah ibu dewan membantu pembangunan rumah tersebut dengan nilai yang besar. Tetapi faktanya kan kami tau bantuan dari ibu dewan nominalnya berapa,” ujar Iqbal.
Ia menilai narasi dalam video tersebut tidak seimbang dengan nilai bantuan yang diberikan.
“Kami menghargai siapa pun yang membantu. Tapi tolong sampaikan sesuai faktanya. Jangan sampai masyarakat mengira pembangunan rumah ini dibiayai penuh oleh satu pihak,” katanya.
Sementara itu, Sukabumilokal masih berupaya menghubungi Rahma Sakura Ramkar untuk meminta tanggapan atas pernyataan GRIB Jaya tersebut. Hingga berita ini diturunkan, yang bersangkutan belum memberikan jawaban.
GRIB Jaya menyatakan tetap membuka ruang dialog agar persoalan ini diselesaikan secara transparan. Pembangunan rumah Kowa, kata Iqbal, akan tetap dilanjutkan hingga tuntas.














Komentar