Sukabumi Lokal – Polemik bantuan rumah warga yang ambruk di Kampung Kadudatar, Desa Prianganjaya, Kecamatan Sukalarang, Kabupaten Sukabumi, kini melebar ke ranah media sosial. Pemicunya adalah sebuah video TikTok yang diunggah salah satu anggota DPRD Kabupaten Sukabumi.
Dalam video tersebut, anggota DPRD Kabupaten Sukabumi tampak meninjau lokasi pembangunan rumah milik Kowa (68), warga yang rumahnya ambruk pada Jumat, 30 Oktober 2026 lalu.
Video itu dilengkapi teks di dalam layar yang berbunyi: “memastikan bantuan sampai dan pembangunan rumah berjalan.”
Bagi sebagian warganet, teks tersebut terkesan wajar sebagai bentuk pengawasan wakil rakyat. Namun bagi PAC GRIB Jaya Sukalarang yang sejak hari pertama turun tangan membangun rumah itu, narasi tersebut menimbulkan tafsir yang berbeda.
Sejak rumah Kowa ambruk, anggota PAC GRIB Jaya Sukalarang bahu-membahu membersihkan puing, mengangkut material, hingga membangun kembali rumah tersebut dari nol.
Pembangunan itu tidak berdiri sendiri. Ada sejumlah donatur, salah satunya Ketua DPC GRIB Jaya Kabupaten Sukabumi H Muhamad Hermawan alias H Bram, serta dukungan dari Kecamatan Sukalarang, Pemerintah Desa Prianganjaya, dan donatur lainnya.
Saat ini, progres pembangunan rumah Kowa sudah mencapai 80 persen dan ditargetkan segera rampung agar bisa kembali dihuni.
Di tengah proses itu, muncul video TikTok sang dewan yang dinilai Ketua PAC GRIB Jaya Sukalarang, Iqbal, seolah-olah mengesankan bahwa bantuan dari dewan tersebut bernominal besar.
Iqbal akhirnya angkat bicara. Ia menegaskan persoalan bantuan rumah untuk masyarakat jangan sampai hanya dijadikan objek konten politik maupun sarana membangun pencitraan oleh pihak tertentu.
“Kami tekankan, masyarakat jangan hanya dijadikan objek konten politik kalau memang berbicara tentang keberpihakan kepada masyarakat,” tegas Iqbal, Kamis (05/11/2026).
Iqbal tidak menampik bahwa ibu dewan tersebut memang memberikan bantuan. Namun ia meminta agar besaran bantuan disampaikan apa adanya, agar masyarakat tidak salah menilai.
“Jangan sampai seolah-olah ibu dewan membantu pembangunan rumah tersebut dengan nilai yang besar. Tetapi faktanya kan ibu dewan hanya membantu uang senilai Rp250 ribu,” ujar Iqbal.
Pernyataan Iqbal itu bukan sekadar klaim sepihak. Pihak keluarga penerima bantuan pun membenarkan adanya bantuan tersebut dengan nominal yang sama.
Saat dikonfirmasi, Imas, anak dari Kowa, mengatakan memang benar ada bantuan dari ibu dewan.
“Bantuan dari dewan berupa uang senilai Rp250 Ribu,” ujar Imas.
Dengan pengakuan tersebut, GRIB Jaya menilai penting untuk meluruskan informasi agar tidak terjadi klaim yang berlebihan di ruang publik.
GRIB Jaya Sukalarang berharap polemik ini menjadi pembelajaran bagi semua pihak. Bantuan sekecil apa pun tetap berharga dan patut diapresiasi. Namun bantuan itu jangan sampai dibingkai seolah-olah menjadi penopang utama pembangunan, sementara kerja gotong royong puluhan orang di lapangan justru tertutupi.
“Kami menghargai siapa pun yang membantu. Tapi tolong sampaikan sesuai faktanya. Kalau bantuannya Rp250 ribu, sampaikan Rp250 ribu. Jangan sampai masyarakat mengira pembangunan rumah ini dibiayai penuh oleh satu pihak,” tambah Iqbal.
Hingga berita ini diturunkan, pihak anggota DPRD yang bersangkutan belum memberikan tanggapan resmi terkait polemik video TikTok tersebut. GRIB Jaya sendiri menyatakan tetap membuka ruang dialog dan duduk bersama, agar persoalan bantuan rumah dan berbagai kebutuhan masyarakat Sukalarang bisa diselesaikan secara transparan dan tidak saling klaim.
Sementara itu, pembangunan rumah Kowa terus dikebut. GRIB Jaya memastikan pembangunan akan tetap dilanjutkan hingga tuntas, apa pun polemik yang berkembang di media sosial.











Komentar