oleh

Desa Selajambe Cisaat, Lumbung Ikan Air Tawar Sukabumi yang Tumbuh dari Tradisi, Teknologi dan Pasar Legendaris Cibaraja

Sukabumi Lokal – Jika membicarakan ikan air tawar di Kabupaten Sukabumi, nama Desa Selajambe di Kecamatan Cisaat tidak bisa dilewatkan. Desa ini telah lama terkenal sebagai salah satu lumbung dan sentra budidaya ikan air tawar terbesar, tidak hanya di wilayah Cisaat, tetapi juga di Kabupaten Sukabumi secara keseluruhan.

Posisinya yang strategis dan didukung sumber daya alam yang melimpah menjadikan Selajambe sebagai pemasok utama ikan air tawar di Kecamatan Cisaat. Dari kolam-kolam milik warga, setiap hari berton-ton ikan didistribusikan ke berbagai wilayah, bahkan hingga keluar Kabupaten Sukabumi.

Salah satu kunci kekuatan Selajambe adalah kedekatannya dengan Pasar Ikan Cibaraja. Pasar yang sudah melegenda bagi masyarakat Sukabumi ini menjadi pusat perdagangan ikan air tawar terbesar. Kedekatan geografis ini menciptakan ekosistem ekonomi yang saling menguntungkan. Petani ikan di Selajambe tidak kesulitan memasarkan hasil panennya, sementara Pasar Cibaraja selalu mendapat pasokan segar dengan kualitas terbaik.

“Selajambe itu jantungnya ikan Cisaat. Hampir semua ikan yang ada di Cibaraja itu asalnya dari Selajambe dan sekitarnya,” ujar Wawan salah seorang masyarakat setempat, Rabu (28/10/2026).

Aktivitas pembudidayaan ikan air tawar di Selajambe bukan sekadar tradisi turun-temurun, tetapi sudah menjadi mata pencaharian utama masyarakat. Hampir setiap kepala keluarga memiliki kolam, baik kolam terpal, kolam tanah, maupun kolam beton.

Menariknya, budidaya di Selajambe kini tidak lagi konvensional. Melalui dorongan program kelompok tani pembudidaya ikan (Pokdakan) dan inovasi akuakultur hasil kolaborasi dengan pihak kampus dan dinas terkait, produktivitas terus meningkat. Mulai dari penggunaan pakan berkualitas, manajemen air, hingga teknologi pembenihan yang lebih modern sudah mulai diterapkan.

Tidak Hanya Ikan, Potensi Pertanian dan UMKM Ikut Menguat

Kekuatan Desa Selajambe tidak hanya bertumpu pada sektor perikanan. Secara geografis, desa ini berada di dataran rendah yang sangat subur. Lahan-lahan produktif dimanfaatkan secara optimal untuk pertanian dan perikanan darat. Kombinasi ini menciptakan ketahanan pangan yang kuat bagi warga. Saat harga ikan turun, warga masih memiliki hasil pertanian. Saat musim tanam tidak maksimal, hasil kolam menjadi penopang.

Di sisi lain, geliat ekonomi kreatif juga tumbuh pesat. Terdapat berbagai pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang bergerak di bidang makanan olahan dan kerajinan tradisional. Mulai dari olahan ikan seperti abon ikan, nugget ikan, kerupuk ikan, hingga kerajinan yang memanfaatkan potensi lokal.

Potensi UMKM ini sangat terintegrasi dengan karakteristik Kecamatan Cisaat secara umum yang memang sudah lama dikenal sebagai salah satu pusat industri kreatif dan kerajinan di Kabupaten Sukabumi. Kecamatan Cisaat terkenal dengan industri bordir, sablon, dan kerajinan lainnya yang sudah menembus pasar nasional.

Dengan sinergi tiga pilar potensi tersebut, perikanan air tawar sebagai primadona, pertanian sebagai penopang, dan UMKM sebagai penggerak ekonomi kreatif. Desa Selajambe memiliki modal besar untuk menjadi desa mandiri dan maju.

Ke depan, kolaborasi antara pemerintah desa, kelompok pembudidaya, pelaku UMKM, dan generasi muda menjadi kunci agar potensi lumbung ikan ini tidak hanya menjadi cerita lokal, tetapi menjadi kebanggaan Kabupaten Sukabumi dalam mewujudkan visi Sukabumi yang Maju, Unggul, Berbudaya dan Berkah (Mubarakah).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed