Sukabumi Lokal – Perjuangan masyarakat Kampung Cikiara Kebun dalam memenuhi kebutuhan air bersih kini mulai menemukan titik terang. Setelah sekian lama harus menempuh perjalanan sekitar dua kilometer menuju sungai, warga akhirnya dapat merasakan manfaat pembangunan sumur bor melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 Kodim 0622/Kabupaten Sukabumi.
Pembangunan sumur bor yang berlokasi di Kampung Cikiara Kebun, RT 01/RW 11, Desa Mekarjaya, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi, tersebut menjadi harapan baru bagi sekitar 60 kepala keluarga (KK), sekaligus memberikan manfaat bagi lingkungan pendidikan di SDN Cikole.
Kehadiran fasilitas air bersih ini menjadi solusi atas persoalan yang selama ini dihadapi masyarakat, terutama ketika musim kemarau berkepanjangan. Keterbatasan sumber air sebelumnya memaksa warga menghabiskan waktu dan tenaga untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga, mulai dari mencuci, memasak, hingga keperluan mandi, cuci, kakus (MCK).
Warga Tak Lagi Kesulitan Air
Tokoh masyarakat Kampung Cikiara Kebun, Bambang Sujana, mengungkapkan rasa syukur dan kebahagiaannya atas pembangunan sumur bor tersebut. Menurutnya, kehadiran program TMMD telah memberikan perubahan nyata bagi kehidupan masyarakat.
“Dengan adanya sumur bor ini, warga kami tidak lagi kesulitan mendapatkan air. Kebutuhan mencuci, memasak, hingga penggunaan MCK di setiap rumah kini lebih terbantu karena ketersediaan air yang melimpah,” ungkap Bambang (23/10/2026).
Ia menuturkan, sebelum adanya pembangunan sumur bor, masyarakat harus berbondong-bondong menuju sungai yang berjarak sekitar dua kilometer dari permukiman untuk memperoleh air. Kondisi tersebut menjadi persoalan yang cukup berat, khususnya ketika musim kemarau panjang.
Manfaat TMMD Menjangkau Dunia Pendidikan
Tidak hanya memberikan manfaat bagi masyarakat, pembangunan sumur bor melalui program TMMD ke-130 juga membawa dampak positif bagi dunia pendidikan, khususnya SDN Cikole yang berada di wilayah Kampung Cikiara.
Salah seorang guru SDN Cikole, Nuneng, mengungkapkan bahwa keterbatasan air bersih selama ini menjadi tantangan tersendiri bagi pihak sekolah, terutama dalam menjaga kebersihan lingkungan belajar.
“Sumur bor hasil program TMMD ini merupakan jawaban atas harapan kami selama ini. Ketika kemarau panjang, kami kesulitan mendapatkan air bersih untuk toilet maupun membersihkan ruang kelas. Sekarang, anak-anak dan para guru lebih mudah melakukan kegiatan kebersihan di sekolah,” ujar Nuneng.
Ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada jajaran Satgas TMMD ke-130 Kodim 0622/Kabupaten Sukabumi atas kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat, termasuk sarana penunjang kebersihan di lingkungan pendidikan.
Kepala Desa Apresiasi Pembangunan yang Menyentuh Kebutuhan Warga
Kepala Desa Mekarjaya, Wida Yunita, turut menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan program TMMD ke-130 yang dinilainya mampu menghadirkan pembangunan secara langsung sesuai kebutuhan masyarakat.
Menurutnya, berbagai sasaran pembangunan dalam program TMMD, mulai dari infrastruktur jalan, sumur bor, fasilitas MCK, hingga rehabilitasi rumah tidak layak huni (Rutilahu), menjadi bentuk nyata kepedulian TNI terhadap peningkatan kesejahteraan warga pedesaan.
“Program TMMD ini luar biasa. Infrastruktur jalan, sumur bor, MCK, dan Rutilahu merupakan kebutuhan yang sangat diperlukan warga kami. Kami sangat bersyukur karena program ini hadir dan manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, khususnya di Kampung Cikiara Kebun,” tutur Wida.
Hal senada diungkapkan Ketua RT Kampung Cikiara Kebun, Noerhasanah. Ia mengaku bahagia atas hadirnya fasilitas sumur bor yang membantu memenuhi kebutuhan air bersih bagi sekitar 60 kepala keluarga di wilayahnya.
“Saya sangat bahagia. Berkat program TMMD ini, warga kami benar-benar merasakan manfaatnya. Ketersediaan air bersih sangat membantu kebutuhan sehari-hari masyarakat,” ungkap Noerhasanah.
Sumur Bor Jadi Simbol Harapan dan Kemanunggalan TNI dengan Rakyat
Pembangunan sumur bor di Kampung Cikiara Kebun menjadi salah satu bukti nyata bahwa pelaksanaan TMMD ke-130 Kodim 0622/Kabupaten Sukabumi tidak hanya berorientasi pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga menjawab persoalan mendasar yang dihadapi masyarakat.
Akses terhadap air bersih merupakan kebutuhan penting yang berkaitan erat dengan kesehatan, sanitasi, pendidikan, dan kesejahteraan. Oleh karena itu, keberadaan sumur bor tersebut diharapkan mampu memberikan dampak positif dalam jangka panjang.
Melalui program TMMD, TNI bersama pemerintah daerah dan masyarakat terus memperkuat semangat gotong royong dalam mempercepat pembangunan di wilayah pedesaan.
Kini, bagi sekitar 60 kepala keluarga dan warga sekolah SDN Cikole, kehadiran sumur bor tersebut bukan hanya tentang kemudahan memperoleh air bersih, melainkan juga tentang harapan akan kehidupan yang lebih baik.
Dari perjalanan panjang menuju sungai hingga hadirnya sumber air di lingkungan mereka, pembangunan sumur bor melalui program TMMD ke-130 menjadi bukti bahwa pembangunan yang sederhana sekalipun dapat membawa perubahan besar ketika tepat menyentuh kebutuhan masyarakat.








Komentar