Sukabumi Lokal – Timnas Indonesia berhasil menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026 usai mengalahkan Thailand melalui drama adu penalti 4-2, setelah bermain imbang 2-2 selama 120 menit pada laga final di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin (05/10/2026) malam.
Laga puncak yang mempertemukan dua raksasa Asia Tenggara ini berlangsung dramatis, penuh emosi, dan penuh keajaiban hingga detik terakhir.
Pelatih John Herdman memainkan formasi 3-4-2-1. Thom Haye dipasang sebagai gelandang jangkar bersama Joey Pelupessy. Sementara Mitchell Baker menjadi ujung tombak yang ditopang Ole Romeny dan Ragnar Oratmangoen.
Di kubu lawan, Thailand asuhan Anthony Hudson menggunakan formasi 4-4-2 yang fleksibel menjadi 4-1-4-1. Senjata utama mereka adalah sang kapten Chanathip Songkrasin dan penyerang Teerasak Poeiphimai.
Babak Pertama Dominan, Garuda Buntu
Di babak pertama, Timnas Indonesia sangat dominan. Skuad Garuda menguasai bola hingga 68 persen dengan 7 tembakan, 2 tepat sasaran. Thailand hanya mampu melepaskan 1 tembakan on target ke gawang Emil Audero.
Peluang beruntun hadir dari Mitchell Baker (‘8) yang tendangannya masih bisa diamankan kiper Saranon Anuin, umpan silang Kevin Diks yang disambut Ole Romeny (’19) masih melenceng, tandukan Justin Hubner (’20) tipis di atas gawang, hingga tendangan roket Calvin Verdonk (’31) yang menghantam tiang jauh.
Kartu Merah Jadi Pembeda
Babak kedua, Thailand bermain lebih terbuka dengan menyisir sisi kanan pertahanan Garuda. Memasuki menit ke-60, Herdman mengubah taktik dengan memasukkan Rizky Ridho menggantikan Luke Vickery dan mendorong Kevin Diks sebagai sayap kanan.
Thailand kehilangan kapten Chanathip yang cedera menit 63. Laga semakin panas, tiga pemain Thailand dapat kartu kuning beruntun: Nattapong Sayriya (’66), Waris Choolthong (’72), hingga Nicholas Mickelson (’77).
Menit 81 menjadi titik balik. Ole Romeny dilanggar Mickelson tipis di luar kotak penalti. Kartu kuning kedua untuk Mickelson, Thailand harus bermain 10 orang.
Tendangan bebas Dean James mengenai Iklas Sanron dan berbelok arah mengecoh kiper Anuin yang sudah bergerak ke arah berlawanan. 1-0 Indonesia memimpin.
Namun euforia hanya sebentar. Tiga menit berselang, Iklas Sanron yang lepas dari kawalan menyamakan kedudukan. Skor 1-1 bertahan hingga waktu normal habis.
Perpanjangan Waktu Penuh Air Mata
Di perpanjangan waktu, Herdman memasukkan Egy Maulana Vikri dan Shayne Pattynama. Peluang emas Ole Romeny (‘104) dan Rayhan Hannan yang masuk menggantikan Romeny masih belum berbuah gol.
Thailand justru berbalik unggul lewat Peeradol Chamrasamee menit 111. Berawal dari bola yang direbut di depan kotak penalti, tendangannya tak terbendung. Skor 1-2, SUGBK terdiam.
Keajaiban datang menit 116. Umpan silang Rizky Ridho yang diblok Anuin jatuh ke kaki Elkan Baggott yang melepaskan tembakan ke sudut atas gawang Thailand. Skor menjadi 2-2 SUGBK bergemuruh.
Adu Penalti Penentu Sejarah
Laga harus ditentukan lewat adu penalti.
Indonesia tampil sempurna. Kevin Diks, Dean James, Elkan Baggott, dan Shayne Pattynama sukses menjalankan tugasnya. Sementara dua penendang Thailand gagal. Kapten Sarach Yooyen membentur tiang dan Nattapong Sayriya tendangannya mentah ditepis Emil Audero.
Skor akhir adu penalti 4-2 untuk Indonesia. Timnas Garuda Juarai FIFA ASEAN Cup 2026.
Susunan Pemain:
Timnas Indonesia (3-4-2-1): Emil Audero; Kevin Diks, Elkan Baggott, Justin Hubner (Shayne Pattynama ‘100); Luke Vickery (Rizky Ridho ’60), Calvin Verdonk (Egy Maulana Vikri ‘100), Joey Pelupessy, Thom Haye (Dean James ’46); Ragnar Oratmangoen (Ivar Jenner ’65), Ole Romeny (Rayhan Hannan ‘108); Mitchell Baker.
Pelatih: John Herdman.
Thailand (4-1-4-1): Saranon Anuin; Suphanan Bureerat (Waris Choolthong ’53), Nattapong Sayriya, Manuel Bihr, Nicholas Mickelson; Kritsada Kaman (Peeradol Chamrasamee ’90); Sarach Yooyen, Chanathip Songkrasin (Seksan Ratree ’63), Kakana Khamyok (Iklas Sanron ’79) Supachai Jaided (Anuntachok Yodsangwal ’79); Teerasak Poeiphimai (Jude Soonsup-Bell ’63).
Pelatih: Anthony Hudson.














Komentar