Sukabumi Lokal – Dinas Peternakan Kabupaten Sukabumi terus berkomitmen dalam meningkatkan kesejahteraan peternak lokal melalui program bantuan hibah. Tahun ini, bantuan yang bersumber dari aspirasi dewan dikonversi menjadi bibit domba dan disalurkan kepada beberapa kelompok tani di Kabupaten Sukabumi.
Salah satu penerima manfaat adalah Kelompok Tani (Poktan) Pamatutan Desa Bojonggenteng Kecamatan Bojonggenteng Kabupaten Sukabumi. Mereka mendapatkan bantuan sebesar Rp 100 juta yang digunakan untuk pembibitan domba, Bantuan ini diharapkan dapat memperkuat usaha peternakan rakyat dan meningkatkan ekonomi peternak di wilayah tersebut.
Namun fakta di lapangan berbanding terbalik dengan fokus tujuan pemerintah, anggaran Rp 100 juta untuk pembibitan domba diduga di bagi-bagikan oleh ketua Poktan ke sejumlah oknum media yang berkunjung ke kediamannya.
“Pasca menerima dana bantuan pembibitan domba banyak orang datang kerumah ada sekitar 34 orang yang mengaku wartawan bersilaturahmi dan ketika pulang saya kasih amplop kurang lebih isinya Rp 100 ribu,” Ujar Ehen Suhendi Ketua Poktan Pamatutan, Selasa (4/8/2026).
Dirinya juga mengatakan jika bantuan tersebut merupakan aspirasi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sukabumi Zakiyah Rahmah Adawwiyah dari Partai Persatuan Pembangunan (P3) melalui Dinas Peternakan.
“Bantuan ini sumbernya dari Ibu Dewan Zakiyah P3, ini merupakan aspirasi beliau melalui Dinas Peternakan Kabupaten Sukabumi dengan rincian Rp 10 juta untuk kandang dan sisanya untuk belanja domba yakni 34 ekor domba betina dan 4 ekor domba jantan,” Ungkapnya.
Tidak hanya itu Ehen mengaku bantuan pembibitan domba tersebut belum dimulai lantaran kandang domba yang dipersiapkan belum selesai dibangun.
“Anggaran sudah cair, tapi dombanya belum masuk kandang karena kandangnya masih sedang dibangun, untuk sementara belum dimulai,” bebernya.
Sangat ironis, bantuan pembibitan domba Dinas Peternakan Kabupaten Sukabumi melalui dana aspirasi anggota DPRD Kabupaten Sukabumi sebesar Rp 100 juta telah sampai ke tangan kelompok tani, bukannya digunakan anggaran tersebut diduga di bagi-bagikan ke sejumlah oknum wartawan yang bersilaturahmi ke kediamannya.
Sementara itu awak media telah mencoba mengkonfirmasi terkait bantuan tersebut ke Dewan Zakiyah, namun hingga berita ini terbit belum ada jawaban resmi dari anggota Dewan tersebut.












Komentar