oleh

Kunjungi Korban Kebakaran Cibodas, H Bram: Kami Bantu Modal Usaha

Sukabumi Lokal – Duka menyelimuti Kampung Cibodas RT 14/RW 08, Desa Cibodas, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi. Eni, 34 tahun, ibu rumah tangga, tewas terjebak saat rumah panggung kayu-bambu miliknya dilalap api, Sabtu 4 Juli 2026 sekitar pukul 10.40 WIB.

Dalam hitungan menit, bangunan semi permanen itu rata dengan tanah. Kerugian material ditaksir puluhan juta rupiah. Yang tersisa hanya luka dan duka mendalam bagi keluarga yang ditinggalkan.

Mengetahui kejadian itu, Ketua DPC GRIB Jaya Kabupaten Sukabumi H. Muhamad Hermawan, alias H. Bram bersama jajaran langsung turun ke lokasi, Minggu (05/07/2026). Bantuan awal diserahkan sebagai wujud empati dan solidaritas.

“Kami datang untuk memastikan keluarga korban tidak sendirian. Ini musibah. Di saat seperti ini, solidaritas harus dikedepankan. GRIB Jaya Kabupaten Sukabumi wajib hadir,” ujar H. Bram di lokasi.

Ia menegaskan, kehadiran organisasi bukan sekadar seremoni. “Kami datang bukan untuk pencitraan. Ini tanggung jawab moral. Warga Cibodas adalah keluarga kami juga,” tegasnya.

Bantuan darurat bukan akhir. H. Bram berkomitmen memberikan bantuan lanjutan berupa modal usaha agar keluarga almarhumah bisa memulai kehidupan baru.

“Kami turut berduka sedalam-dalamnya. Kehadiran kami adalah komitmen untuk selalu hadir di tengah masyarakat. Bantuan modal usaha ini bentuk kepedulian organisasi masyarakat,” ujarnya.

Soal teknis bantuan, H. Bram memastikan GRIB Jaya sudah berkoordinasi langsung dengan keluarga. “Kami tadi duduk bersama keluarga. Kebutuhan paling mendesak saat ini modal usaha. Biar Pak Alan sebagai kepala keluarga bisa buka warung kecil, jualan, dan mandiri lagi,” jelasnya.

Ia mengingatkan pentingnya empati kolektif. “Musibah bisa menimpa siapa saja. Tugas kami sebagai organisasi kemasyarakatan adalah meringankan beban warga,” lanjutnya.

“Jangan sampai ada warga Sukabumi yang merasa sendirian saat tertimpa musibah. Kalau GRIB Jaya tidak hadir, lalu siapa? Itu prinsip kami,” tambahnya.

Terkait penyebab kebakaran yang diduga dari dapur menyambar bensin eceran, H. Bram mengimbau warga lebih waspada.

“Ini pelajaran buat kita semua. Bensin eceran jangan dekat dapur. Nyawa lebih mahal dari keuntungan materi,” pungkasnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *