Sukabumi Lokal – Kabupaten Sukabumi tengah menghadapi masalah sampah yang semakin serius. Tumpukan sampah liar di pinggir jalan kembali menyorot perhatian publik dan menunjukkan pengelolaan sampah masih menghadapi berbagai tantangan.
“Isu sampah telah mencapai tahap darurat dan memerlukan perubahan sistem pengelolaan yang menyeluruh,” kata Kepala Bidang Pengolahan Sampah DLH Kabupaten Sukabumi, Dede Jaenudin, S.T., Senin (29/06/2026).
Untuk mengatasi masalah ini, Dede berharap masyarakat tidak membuang sampah sembarangan. Ia memohon partisipasi warga untuk memiliki rasa kepedulian membuang sampah pada tempat yang sudah tersedia.
“Untuk pelayanan rutin saja kita sudah kewalahan karena keterbatasan armada. Ketika ada sampah liar di pinggir jalan kita perlu penanganan ekstra. Masalah ini tidak boleh dianggap remeh lagi,” imbuhnya.
Selain kurangnya fasilitas, rendahnya kesadaran masyarakat menjadi tantangan lain. Banyak warga masih membuang sampah sembarangan atau tidak memilah sampah dari rumah.
Lebih lanjut Dede mengungkapkan, pengelolaan sampah efektif harus dimulai dari sumbernya, yaitu rumah. Masyarakat perlu membiasakan memisahkan sampah organik dan anorganik agar proses pengolahan lebih efisien.
“Kami sekali lagi memohon partisipasi masyarakat. Mari miliki rasa kepedulian dalam pengelolaan sampah dengan menerapkan prinsip 3R: Reduce/Mengurangi, Reuse/Menggunakan kembali, dan Recycle/Mendaur ulang, sehingga upaya pengurangan sampah dari sumbernya dapat terwujud,” tegasnya.
Dede juga mengingatkan Fatwa Majelis Ulama Indonesia yang menyatakan membuang sampah sembarangan dan/atau membuang barang yang masih bisa dimanfaatkan hukumnya haram.
“Jika semua elemen masyarakat bersinergi, maka cita-cita menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan bukanlah sesuatu yang tidak mungkin dicapai,” harapnya.














Komentar