Cikidang, SukabumiLokal | Ujian hidup datang tanpa permisi. Sepekan lalu, Kang Nana harus menerima kenyataan pahit: kakinya diamputasi usai operasi di RS Sekarwangi. Aktivitas yang dulu mudah kini terbatas. Namun di tengah masa pemulihan itu, secercah harapan datang dari orang-orang yang bahkan tak terikat hubungan darah.
Senin, 15 Juni 2026, kediaman Kang Nana di Cikidang kedatangan tamu. Ketua GRIB Jaya PAC Cikidang Rizwan Abdurahman, akrab disapa Kang Embod, bersama jajaran pengurus membawa satu unit kursi roda. Bukan barang mewah, tapi bagi Kang Nana, kursi roda itu berarti dunia: kemandirian, mobilitas, dan bukti bahwa ia tak berjalan sendiri.
Kang Nana sendiri dikenal sebagai adik kandung salah satu administrator grup Facebook Cikidang Beautiful Zone CBZ. Kabar operasinya menyebar di komunitas. GRIB Jaya PAC Cikidang merespons cepat.
“Kami datang bukan hanya untuk menyerahkan bantuan. Kami ingin Kang Nana tahu, ia punya banyak saudara di sini,” ujar Kang Embod di teras rumah Kang Nana.
Ia menekankan, kepedulian sosial tak harus besar dan mewah. Kadang, satu kursi roda cukup untuk mengembalikan semangat seseorang.
“Semoga diberi ketabahan, kesehatan, dimudahkan rezekinya. Yang paling penting, tetap jaga semangat hidup. Jangan pernah merasa sendiri,” katanya.
Ormas Harus Bermanfaat
Bagi Kang Embod, aksi ini adalah wujud nyata semangat gotong royong. Organisasi kemasyarakatan, katanya, harus hadir dan memberi manfaat langsung bagi warga.
“Di tengah berbagai persoalan, nilai kemanusiaan harus terus kita jaga. Uluran tangan kecil bisa menguatkan mental orang yang sedang berjuang,” ujarnya.
Pernyataan itu diamini keluarga Kang Nana. Sang ayah mewakili keluarga menyampaikan rasa syukur. Matanya berkaca saat mengucapkan terima kasih.
“Terima kasih kepada Pak Rizwan dan GRIB Jaya PAC Cikidang. Bantuan ini sangat berarti untuk aktivitas sehari-hari anak kami selama pemulihan,” ucapnya.
Kisah Kang Nana menjadi pengingat. Kehilangan memang mengubah hidup, tapi bukan mengakhirinya. Dengan dukungan keluarga, sahabat, dan lingkungan, setiap keterbatasan bisa dihadapi dengan ketabahan. Kursi roda dari GRIB Jaya itu kini tak hanya alat bantu, tapi juga simbol: bahwa harapan selalu ada selama masih ada orang yang peduli.














Komentar