Sukabumilokal.com|Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) yang di gagas oleh pemerintah pusat melalui Balai Besar Wilayah Sungai Citarum menghadirkan polemik, sejumlah warga di Kecamatan Cidahu khususnya di irigasi Cibojong Kampung Babakanjampang Desa Jayabakti mempertanyakan keterbukaan informasi terkait pembangungan tersebut hingga meminta Aparat Penegak Hukum (APH) dan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Sukabumi untuk mengawasi program yang menghabiskan anggaran sebesar Rp 195 juta untuk setiap Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A).
Alasan warga mempertanyakan informasi jelas P3-TGAI itu karena di beberapa lokasi program tersebut berjalan sesuai prosedur dan informasi mengenai proyek tersebut jelas adanya.
“Harusnya kalau memang mau terbuka sedikitpun jangan ada yang disembunyikan, disitu tercantum besaran anggarannya 195 juta tetapi volume bangunannya tidak dicantumkan ini menyangkut uang negara loh semua masyarakat harus tahu” ketus salah satu warga di wilayah tersebut yang minta disembunyikan namanya. Senin (09/09/25).
Tidak hanya itu, dirinya juga meminta kepada pemerintah kabupaten Sukabumi khususnya UPTD PU Wilayah III Cicurug untuk setidaknya mengawasi pembangunan tersebut.
“Seharusnya walaupun tidak ada keterlibatan pihak kabupaten mengenai proyek ini, setidaknya pemerintah kabupaten melakukan sedikit pengawasan dan bisa menampung segala infromasi yang dibutuhkan warga agar pekerjaannya sesuai dengan anggaran, kami warga kalau bukan ke petugas yang di Kabupaten mau kesiapa lagi? birokrasi yang paling dekat kan mereka” tegasnya.
Sementara itu Iqbal Herdiansyah salah satu petugas UPTD Pekerjaan Umum (PU) Wilayah III Cicurug Kabupaten Sukabumi mengaku jika dirinya tidak mengetahui adanya proyek P3-TGAI walaupun namanya tengah disebut-sebut oleh P3A.
“Proyek ini skupnya provinsi, kami di Kabupaten tidak ada keterkaitan karena BBWS langsung ke P3A silahkan langsung tanya ke pihak P3A, sayapun akan mengkonfirmasi ke P3A kenapa nama saya disebut-sebut oleh mereka dalam proyek ini,” Bebernya.
Sementara itu awak media telah mencoba mengkonfirmasi hal ini namun hingga berita ini dihimpun Ketua P3A Desa Jayabakti belum dapat memberikan penjelasan dan hingga kini masih sulit temui.











Komentar