oleh

Kabel Listrik Menjuntai di Pemukiman, Ancaman Keselamatan Masyarakat

Sukabumilokal.com ll Kabel listrik yang semrawut, tidak teratur, sembarangan di dekat pemukiman warga dan bahkan mudah digapai karena sampai menjuntai ke bawah. Selain menjadi masalah estetika, keberadaan kabel listrik yang tidak terpasang dengan baik ini dapat mengancam keselamatan Masyarakat.

Begitu halnya yang terjadi di Kampung Culamega RT 003/RW 002, Dusun Lemah Putih, Desa Ambarjaya, Kecamatan Ciambar, Kabupaten Sukabumi.

Menurut keterangan warga, selama lebih dari lima tahun terakhir kekhawatiran terus menyelimuti warga karena mereka hidup berdampingan dengan ancaman kabel listrik PLN yang menjuntai rendah hingga hampir menyentuh tanah. Minggu (7/9/2025)

Pemandangan kabel kendur itu sudah menjadi bagian dari keseharian masyarakat. Namun, alih-alih terbiasa, warga justru semakin resah. Di tengah perkampungan padat penduduk, kondisi tersebut dianggap sebagai bom waktu yang sewaktu-waktu bisa membahayakan keselamatan, terutama anak-anak yang gemar bermain di sekitar lokasi,” ujarnya

Lebih lanjut ia mengatakan jarak antar tiang listrik di wilayah itu diperkirakan mencapai 200 meter. Rentang yang terlalu jauh tersebut membuat kabel mudah kendur, bahkan sebagian sudah terlihat terkelupas.

“Kalau malam hari kabel terlihat makin menurun, dan kami khawatir kalau ada percikan listrik, bahayanya besar sekali,” ungkapnya dengan nada gusar.

Ironisnya, meski sudah berulang kali diajukan permohonan penambahan tiang listrik ke pihak PLN, hingga kini belum ada tindak lanjut.

“Kami sudah capek menyampaikan keluhan ini. Setiap kali ada petugas survei, ujung-ujungnya tidak ada realisasi,” keluh warga lain.

Situasi semakin mengkhawatirkan lantaran di lahan tepat di bawah kabel tersebut akan dibangun sebuah rumah, karena lahan itu merupakan tanah pribadi, pemiliknya sudah berencana memulai pembangunan.

Hal itu lagi-lagi membuat keresahan warga semakin besar. Jika rumah jadi berdiri di bawah kabel menjuntai, risiko bahaya tidak hanya mengancam penghuni rumah, melainkan juga lingkungan sekitar.

Sementara itu Kepala Desa Ambarjaya, Eman Suherman, menegaskan pihaknya sudah berulang kali menerima laporan dan menyalurkan aspirasi warga kepada PLN. Namun, hingga berita ini diturunkan, belum juga ada kepastian langkah konkret.

“Kami tidak tinggal diam, sudah beberapa kali permintaan penambahan tiang listrik kami sampaikan secara resmi. Sayangnya, sampai sekarang belum ada respon nyata. Ini bukan sekadar soal kenyamanan, tapi soal keselamatan jiwa warga,” kata Eman.

Ia juga menyoroti kondisi yang kini semakin mendesak karena adanya rencana pembangunan rumah baru. “Harapan kami, PLN segera turun langsung ke lapangan dan menyelesaikan masalah ini. Jangan menunggu ada korban jiwa baru bergerak,” tegasnya.

Kini, masyarakat Desa Ambarjaya menaruh harapan besar agar pihak PLN segera mengambil langkah nyata. Penambahan tiang listrik maupun perbaikan jalur diharapkan bisa segera dilakukan. Dengan begitu, keresahan panjang selama lima tahun terakhir dapat terobati, dan masyarakat dapat kembali merasa aman dalam beraktivitas sehari-hari.

Spread the love

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *