SUKABUMILOKAL.com|| Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan Wakil Menteri Ketenagakerjaan Immanuel Ebenezer (Noel) dan 10 orang lainnya sebagai tersangka dalam kasus dugaan pemerasan sertifikasi K3 atau Keselamatan dan Kesehatan Kerja.
Noel bersama 13 orang lainnya ditangkap dalam operasi tangkap tangan setelah mendapat pengaduan dari masyarakat. Dari informasi itu, KPK lalu bergerak pararel pada tanggal 20-21 Agustus 2025. Meski, yang jadi tersangka saat ini hanya 11 orang termasuk Noel. Ungkap Ketua KPK Setyo Budiyanto. Jumat (22/8/2025).
Ketika OTT, seharusnya tarif sertifikasi K3 Rp. 275.000, tapi fakta di lapangan, pekerja atau buruh harus mengeluarkan biaya Rp 6 juta karena adanya tindakan pemerasan. Modusnya dengan memperlambat, mempersulit, atau tidak memproses permohonan sertifikasi K3,” hal tersebut di ungkapkan Setyo saat konferensi pers di gedung KPK Jakarta.
Setyo menjabarkan biaya Rp 6 juta ini 2 kali lipat UMR para buruh. Penanganan ini pemantik upaya pencegahan korupsi di sektor tenaga kerjaan, yang lebih serius agar pelayanan publik terselenggara dengan mudah dan tidak merugikan buruh sekaligus mendukung ekonomi nasional,” imbuh Setyo.
Adapun para tersangka di antaranya adalah IBN selaku koordinator kelembagaan K3 2022-2025. IHH koordinator bidang pengujian dan kompetensi keselamatan kerja 2022 saat ini, SB sub koordinator bina KS 2020-2025, AK sub koordinator Kemitraan Kesehatan Kerja, IEG Wamenaker tahun 2024-2029, FRZ Dirjen Diwasnaker dan K3 sejak Maret 2025 sekarang, HS direktur bina kelembagaan 2021-2025, SKP sub koordinator, TEN dari pihak PT KEM Indonesia, MM dari perusahaan jasa PT KEM Indonesia dan direktur bina kelembagaan,”‘ bebernya
“Selain itu tim juga mengamankan 15 unit kendaraan roda 4. 12 unit dari IBM, 1 unit dari SWm, 1 unit dari HSm dan 1 unit dari YAH. 7 unit kendaraan bermotor roda 2, 6 unit dari IBM dan 1 unit dari IEG. Ada uang tunai Rp. 170 juta dan US$2.201 dan beberapa pecahan lainya,” papar Setyo.
Lebih lanjut Setyo mengatakan barang bukti tersebut dari pihak-pihak yang diamankan dari OTT ini cukup banyak dan nilainya sangat tinggi. Dugaan pemerasan ini sudah terjadi beberapa periode sebelumnya. Diperkirakan dari tahun 2019 sampai saat ini,” katanya.













Komentar