oleh

Gerakan Cirendeu Bersatu Gelar Aksi Damai, Desak Evaluasi Pengelolaan SPPG Giri Jaya Nagrak

Nagrak, SukabumiLokal | Puhan warga, tokoh masyarakat, guru, dan aktivis yang tergabung dalam Gerakan Cirendeu Bersatu menggelar aksi damai di depan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Giri Jaya, di Kampung Cirendeu, Desa Girijaya, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi, Kamis (05/06/2026).

Aksi tersebut merupakan bentuk penyampaian aspirasi terkait pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Nagrak. Massa membawa spanduk dan poster berisi tuntutan evaluasi terhadap pengelolaan dapur SPPG Giri Jaya.

Tokoh masyarakat Kampung Cirendeu RT 06 RW 02, Apidin Sarfudin, menyampaikan warga mendukung penuh program MBG yang digagas Presiden Prabowo Subianto. Namun terdapat sejumlah persoalan yang perlu segera dibenahi pengelola.

“Kami berterima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo karena MBG sangat membantu anak-anak sekolah. Tapi kami punya keluhan terkait dampak lingkungan, saluran pembuangan air limbah, kebersihan, dan kurangnya komunikasi dari pengelola maupun yayasan kepada masyarakat,” ujar Apidin saat orasi.

Warga juga menyoroti kualitas menu MBG. Berdasarkan laporan dari sekolah, kondisi makanan dinilai kurang layak dan kurang diminati anak-anak. Warga mengaku sudah berupaya komunikasi dengan pengelola Ade Jaros dan pimpinan yayasan Ibai, namun belum mendapat jawaban memuaskan.

Haji Surya, Ketua PGRI Kecamatan Nagrak, meminta SPPG mengevaluasi menu yang disajikan. Ia juga meminta pengelola turun langsung ke sekolah untuk melihat apakah makanan habis dimakan atau banyak tersisa.

“Kami berharap makanan lebih menarik dan mengundang selera. Kami juga minta frekuensi pemberian susu ditingkatkan. Kalau memungkinkan jadi 2 sampai 3 kali seminggu agar manfaatnya benar dirasakan anak,” kata Haji Surya.

Kritik terkait transparansi dan tata kelola disampaikan Kadiv Investigasi FK Paksi. Ia meminta pengelola segera membuka ruang komunikasi dan menindaklanjuti keluhan warga soal IPAL, dampak lingkungan, hingga administrasi.

Ketua FK Paksi Abu Jibril menegaskan aksi murni penyampaian aspirasi. “Aksi ini bukan untuk menghambat MBG. Justru kami ingin program ini berjalan sesuai tujuan dan memberi manfaat terbaik bagi anak-anak. Yang kami tuntut perbaikan tata kelola dan pelayanan,” tegasnya.

Usai aksi, massa melanjutkan audiensi di Kantor Desa Girijaya bersama unsur pemerintah desa, kecamatan, TNI, dan Polri. Namun pengelola SPPG Giri Jaya dan perwakilan yayasan tidak hadir menemui massa.

Meski diwarnai kritik, aksi berlangsung tertib dengan pengawalan aparat. Warga berharap pengelola SPPG Giri Jaya segera membuka komunikasi dan melakukan evaluasi menyeluruh agar MBG berjalan lebih baik, transparan, dan memberi manfaat maksimal.

Spread the love

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *